Kisah Nyata Konyolnya Pria Hidung Belang, " Perempuan Malam dan Polisi Gadungan" -->

Life

News

Kisah Nyata Konyolnya Pria Hidung Belang, " Perempuan Malam dan Polisi Gadungan"

KABAR KARAWANG
Minggu

Kasus ini bermula saat korban ED (32) iseng membuka aplikasi Mi Chat dan tengah memilih-milih jasa layanan seks yang pas untuknya.

Foto hanya diambil

Aplikasi Mi Chat ini memang seringkali digunakan sebagai sarana para cewek Open BO untuk mencari pelanggan.

Melalui aplikasi itulah ED akhirnya tertarik dengan tawaran cewek Open BO yang mengaku bernama Tania.

Tania menawarkan jasa seks sekali main dengan harga Rp 1,5 juta rupiah yang sudah termasuk sewa kamar hotel.

ED tidak tahu jika Tania sebenarnya seorang waria yang memiliki nama asli Asep, warga Bandar Lampung yang kos di Surabaya.

Kepada korban, Asep alias Tania mengaku sebagai perempuan.

Terbongkar Saat Akan Bercinta di Kamar Hotel

Tania menawarkan jasanya di sebuah kamar hotel di tengah kota Surabaya, di kawasan Genteng .

"Tersangka menginap di sebuah hotel di kawasan Genteng," ujar Kanit Reskrim Polsek Genteng, Iptu Sutrisno, Senin (29/3/2021).

Setelah bersepakat dengan Tania, korban kemudian datang ke hotel itu dan menemui 'cewek Open BO' idamannya.

Di dalam kamar, Tania alias Asep sengaja membuat remang-remang lampu agar tak mudah diketahui jika dirinya ternyata waria.

Tapi korban curiga dengan gelagat Tania.

Korban akhirnya mendesak untuk menyalakan lampu .

Sontak ia kaget setelah tahu jika calon pelayan seksnya itu adalah seorang pria yang menyerupai wanita.

"Korban kemudian komplain dan tidak mau meneruskan transaksi itu. Namun tersangka (Asep) malah marah," terangnya.

Dikeroyok 3 Waria

Maksud hati ingin bercinta dengan cewek open BO yang dipilih melalui aplikasi Mi Chat, tapi korban ED justru apes.

ED (32) kaget ketika siap bercinta di kamar hotel, ia mendapati cewek open BO yang diinginkannya ternyata seorang waria.

Tak hanya sampai di situ, ED yang memilih membatalkan transaksi justru dikeroyok 3 waria sekaligus dan hartanya dirampas.

ED jadi korban pengeroyokan 3 waria setelah ia tidak mau melanjutkan transaksi esek-esek.

Asep alias Tania kemudian mengancam korban dan meminta uang bayaran yang sudah disepakati.

Karena tak mau memberikan uang, tersangka lalu menelpon dua teman waria lainnya yang kebetulan juga berada di lokasi hotel tersebut.

Mereka adalah Doni alias Natasya (23) warga Bandar Lampung dan M Alfandi alias Maudy (27) warga Bone Sulawesi.

Kemudian, ketiga tersangka itu kompak mengeroyok korban dan merampas barang berharga miliknya yakni, uang sebesar 1,5 juta rupiah dan sebuah handpone.

Atas kejadian itu, korban kemudian lari dan melaporkan kejadian tersebut ke polisi, sedangkan para pelaku sudah check out dan kabur dari hotel.

Kejadian itu menimpa ED pada Jumat (19/3/2021) malam.

Ditangkap polisi

Ketiga pelaku, 3 waria yang melakukan pengeroyokan akhirnya baru ditangkap pada Selasa (23/3/2021).

"Pelaku kami tangkap setelah kami melakukan penyelidikan dan mempelajari tekaman CCTV. Begitu ada informasi jika kembali ke hotel pada Selasanya lalu kami tangkap," tandasnya.

Dua orang tersangka kemudian digelandang ke Mapolsek Genteng Surabaya, sementara satu orang lainnya tengah sakit dan sedang jalani perawatan di rumah sakit.

Hasil penyidikan, komplotan waria mi chat ini sudah dua kali beraksi serupa di kawasan Surabaya dan berhasil menggasak barang berharga korbannya.

Skenario Penipuan Cewek Open BO

Kasus penipuan terkait fenomena prostitusi cewek open BO sebelumnya juga terjadi dan terungkap di Tulungagung.

Tapi dalam kasus di Tulungagung ini tidak melibatkan waria.

Kasus di Tulungagung ini modusnya untuk pemerasan, di mana Cewek open BO dijadikan umpan oleh pelaku penipuan dan pemerasan di Kabupaten Tulungagung.

Cewek open BO merupakan bagian dari komplotan polisi gadungan yang akan memeras pria hidung belang calon pengguna jasa cewek open BO di hotel.

Pelaku yang berjumlah tiga orang ini berhasil dibekuk Timsus Macan Agung Satreskrim Polres Tulungagung.

Mereka mengaku sebagai anggota polisi untuk mengintimidasi korbannya.

Dalam aksi terakhir, mereka menggunakan modus menjebak korbannya dengan umpan perempuan.

Awalnya korban WA (22) asal kecamatan Pagerwojo, booking perempuan bernama Wanda yang sedang open BO lewat media sosial.

“Jadi ada cewek yang menawarkan jasa esek-esek, kemudian dibooking oleh korban,” terang Kasubag Humas Polres Tulungagung, Iptu Tri Sakti.

Wanda dan WA pun akhirnya masuk kamar hotel sesuai kesepakatan transaksi.

Namun saat mereka akan memadu kasih, tiba-tiba kamar mereka digerebek tiga orang yang mengaku polisi.

WA kemudian dimasukkan dalam mobil dan diintimidasi akan dibawa ke Mapolres Tulungagung.

“Saat dalam mobil terduga pelaku ini menyita ponsel milik korban dan uang tunai Rp 700 ribu,” sambung Tri Sakti.

Selama dalam mobil, tiga pelaku ini terus mengintimidasi WA, dan menawarkan jalan damai.

Mereka minta uang Rp 3 juta agar kasusnya tidak diteruskan.

Mengalami kejadian tidak mengenakan ini, korban melapor ke Polres Tulungagung.

“Berdasar laporan dari korban, polisi melakukan pengejaran terhadap para pelaku,” ujar Tri.

Terduga pelaku yang ditangkap pertama adalah Dany Setiawan, warga Desa/Kecamatan Kedungwaru.

Dany ditangkap di sebuah warung kopi di Desa Gilang, Kecamatan Ngunut, Senin (15/3/2021) dini hari.

Timsus Macan Agung selanjutnya menangkap Adi Indraguna di rumahnya, Perum Delta Kuto Anyar Kelurahan Kutoanyar, Kecamatan Tulungagung pukul 03.00 WIB.

Tim kemudian menangkap Sujianto alias Jliteng di rumahnya, Dusun Dwiwibowo, Desa/Kecamatan Kedungwaru.

Ketiganya telah menjalani menyidikan dan dinaikkan statusnya sebagai tersangka.

Dalam menjalankan aksinya, Adi dan Sujianto bertugas mengintimidasi korban, sedangkan Dany merekam proses interogasi.

“Mereka sudah berbagi tugas dan beperan layaknya polisi yang melakukan interogasi,” ungkapTri Sakti.

Polisi menyita mobil Toyota Avanza D 1285 AGX yang dipapaki beraksi.

Selain itu ada ponsel Xiaomi Redmi Note 7 milik WA, dan uang Rp 3.100.000 hasil pemerasanTKP lain.

Polisi juga mengembangkan kasus ini dan mengungkap rentetan aksi pemerasan di tempat lain.(***)


Berita dari berbagai sumber

X
X
close